Kamis, 14 Juli 2016

INSPIRASI untuk KEHIDUPAN PERNIKAHAN

....sejak itu perkelahian kami berhenti.

Tulisan yg sangat bagus untuk para pasutri.
Ada di bagian dalamnya tuh aku banget. Menjadi pribadi yg keras & sulit dimengerti.
Namun selalu ada caranya Tuhan menunjukkan jalan untuk kembali.
Buat pasangan2 muda, teruslah belajar utk mencintai, ambil pengalaman2 para pendahulu untuk pembelajaran.
Yang baik dicontoh, yg jelek di skip. Terlalu banyak perbaikan yg harus dilakukan drpd harus pusing mengubah orang lain, meski itu teman sekasur sekalipun.
Selamat berjuang!!

Selama bertahun-tahun aku dan Keri berjuang keras mempert ahankan pernikahan kami yang selalu diisi pertengkaran terus menerus.
Di ujung keputusasaanku tiba-tiba terbersit suatu pemikiran yang luar biasa, "Kamu tidak bisa mengubah dia, Rick. Kamu hanya bisa mengubah dirimu sendiri".

Maka keesokan paginya aku memeluk Keri dan bertanya,
"Apa yang bisa kulakukan untuk menjadikan hari ini hari yang baik untukmu?"

"Apa?!", dia bertanya sengit.

"Apakah yang bisa kulakukan untuk membuat hari ini menjadi hari yang baik untukmu?"

"Kau tidak akan bisa! Mengapa bertanya seperti itu?", sengitnya lagi.

"Karena aku bersungguh-sungguh, aku ingin tahu bagaimana aku bisa membuat harimu baik", jawabku.

"Kau ingin mengerjakan sesuatu..? Sana bersihkan dapur!", katanya sinis.
Tampaknya dia ingin aku merasa jengkel dan gusar.

Tapi aku mengangguk dan menjawab, "OK".
Dan pagi itu aku membersihkan dapur.

Keesokan harinya aku melakukan hal yang sama, bertanya lagi kepada Keri, "Apa yang bisa kulakukan untuk membuat hari yang baik untukmu?"

"Bersihkan garasi!", katanya.

"Okay....", jawabku. Dan selama 2 jam aku membersihkan garasi.

Setiap hari aku bertanya seperti itu kepada Keri istriku.

Memasuki minggu kedua setelahnya, keajaiban terjadi.

Sewaktu aku bertanya, matanya menjadi basah dan dengan tertunduk Keri mulai menangis, "Jangan bertanya seperti itu lagi. Masalahnya bukan kamu, tapi aku. Aku orang yang sulit. Aku tidak tahu mengapa kamu tahan hidup bersamaku".

Aku memeluknya dan dengan lembut mengangkat dagunya sampai aku bisa menatap matanya dan berkata, "Karena aku mencintaimu".

"Seharusnya aku yang harus bertanya seperti itu setiap hari kepadamu", kata Keri.

"Ya. Tapi bukan sekarang ", kataku, "Sekarang aku yang ingin berubah. Aku ingin kau tahu betapa berartinya kau untukku".

"Apa yang bisa kulakukan supaya harimu baik?", Keri menanyakan pertanyaan itu sambil memandang lembut padaku.

"Bisakah kalau kita sekedar berdua bersama saja?", kataku sambil tersenyum.

"Aku suka itu", katanya sambil tersenyum memelukku.

Sejak itu "perkelahian" kami berhenti. Keri mulai selalu bertanya, "Apa yang kau butuhkan dari aku?"

Tentu saja bukan berarti semua permasalahan kami menghilang. Bahkan saya tidak bisa bilang tidak ada lagi pertengkaran sama sekali.
Tetapi situasi pertengkaran kami berubah, berbeda, kami tidak lagi bertengkar seperti musuh.

Saya tidak akan mengatakan bahwa ini akan sama untuk setiap orang. Saya juga tidak akan berkata bahwa semua pernikahan bisa diselamatkan dengan cara ini.
Tetapi kami bersyukur bawa sampai saat ini, setelah lebih dari sepuluh tahun, kami masih selalu saling bertanya, _"Apa yang bisa kulakukan untuk membuat harimu baik?"_

Ditulis oleh:
Richard Paul Evans

Tidak ada komentar:

Posting Komentar