Ini hari ke 2 Mike & Vella mengikuti MOS. Hari ini mereka harus sudah sampai di skul pukul 6.30 WITA.
Awalnya semua manis2 saja. Terlalu perfect pagi ituh. Ayah bangun pagi, masih sempat buang sampah. Anak2 jam 5.30 sudah antri mandi & sarapan.
Bunda? Manis lah... dari jam 4 lantai dapur pun sudah tersapa ramah.
Cusss... jam 6.10 kami sudah nengkreng di body si black. Ayah dadah2 mengantar kami berangkat. Dia memang belom mandi, memberi kesempatan buat anak2 mengingat kamar mandi memang cuman satu.
Eiiit!! Tiba2 bocah lanang itu berteriak : "Tunggu!!" Dia pun terbang ke dalam rumah, meninggalkan kami yg terbengong-bengong. Pasti ada yg lupa.
Kami sudah hafal. Barangkali kalau hidungnya knock-down, pasti sudah ketinggalan di bawah bantal atau malah ketlingsut entah kemana. Hmmm...
Senyum tengilnya cepat sekali nongol dari dalam rumah : "Sudaaah!!!" teriaknya sambil menenteng sepasang kaus kaki. Hadeuhh!!
Sekali lagi aku mengingatkan mereka utk membawa tanda pengenal & topi, krn hari ini mereka upacara.
"Amaaan!!" jawab anak merak ganteng ituh. Kami pun berangkat. Dadah ayah!!!
Jalanan begitu bersahabat. Lengang & nyaman. Kugeber si black dgn kecepatan sedang, toh jalan dr rumah ke skul lurus2 saja.
Taraaa!!! Kehebohan baru terjadi saat mobil sudah menepi di depan skul.
"Topiku nggak ada!" teriak mas ganteng itu panik. Aku mendelik. Ya Allah Tuhan... lha aku tadi mbengok apa cobak???? #ngelusdasboard
Aku marah.
"Apa bunda bilang tadi? Siapkan di dalam tas, tapi kamu sibuk urus celana dari tadi. Bunda nggak mau balik lagi utk ambil topi. Waktunya ndak cukup lagi. Bahagiakan dirimu dgn pembelajaran hari ini nah..." Kupasang muka jutek.
Wajahnya sendu. Tapi aku salut, dia paham kalau dia bersalah. Tidak komen apa pun. Langkahnya gontai menuju halaman skul setelah kami cipika cipiki.
Ada sebersit rasa sedih dalam hatiku. Di dalam sana... Aku ndak tega, tapi harus tega demi dia. Campur aduk antara pengen tegas memberi teladan, tapi perasaan keibuanku tak kalah merdu menyanyi. Mpppffttt!!! Pasti begini yah dulu mamah merasakan punya anak bengel macam akikah 😊
Kami ber 2 menuju ke rumah, jalanan masih sepi. Tiba2 si cece usul : "Diantar saja yuk bun, gak tega aku ngliat wajahnya tadi."
"Sama! Aku yo rak tego..."
Akhirnya naluriku yg menang, ah sudahlah... toh dia sudah belajar sesuatu hari ini. Setidaknya, dia tau tentang mempertanggungjawabkan sebuah kesalahan.
Barangkali ini bukan sikap yg tepat, tapi asyudahlah... 😁. Aku belajar bersikap, cece belajar berempati, semua mendapat porsi pembelajarannya masing.
Luv yu all...
Kami ber 2 menuju ke rumah, jalanan masih sepi. Tiba2 si cece usul : "Diantar saja yuk bun, gak tega aku ngliat wajahnya tadi."
"Sama! Aku yo rak tego..."
Akhirnya naluriku yg menang, ah sudahlah... toh dia sudah belajar sesuatu hari ini. Setidaknya, dia tau tentang mempertanggungjawabkan sebuah kesalahan.
Barangkali ini bukan sikap yg tepat, tapi asyudahlah... 😁. Aku belajar bersikap, cece belajar berempati, semua mendapat porsi pembelajarannya masing.
Luv yu all...

Rasa seperti itu juga sering kami rasakan....marah karena sudah diingatkan tapi masih kelypaan juga.
BalasHapusTapi 'ketidaktegaan' masih jauh lebih dominan di lubuk hati terdalam. Bahkan sampai tidak memperdulikan di angka berapa jarum di speedometer menunjuk. Itulah naluri dari orangtua...
Terimakasih sudah berbagi, sangat menguatkan. Walau seharusnya kita bisa lebih bijak ya😊. Tapi naluri kadang terlalu kuat menguasai. Mudah2an kita diberi kemampuan utk bisa mendampingi mereka dgn lebih baik. Amin...
HapusItulah Bocah, sdh diingetin masih aja lupa..tapi salut dg ketegasanmu May..jadi inget hari pertama masuk SMP, anak lanang kena pelanggaran..krn sepatunya tdk Hitam legam..ada njleret putih di Alasnya...dn ttp tdk ada excuse Hehe..
BalasHapusHai...tx sudah mampir di sini bune...
HapusIyo.. ndak tau yo, kita yg tll bawel hingga mereka kadang males dengar, apa karena mereka tau kalau kita sll ada ketika mereka kefefet 😃😃