Jumat, 15 Juli 2016

Mbak Suwarti

Inih beberapa prolog tentang mbak Suwarti.

#1
Kenal mbak Suwarti?

Ahh rugi klo ndak kenal dia.

Saya dong kenal..., anak2 merak juga kenal....

Mbak Suwarti itu kru nya kafe KFC yg di ratulangi Makassar. Kami sering ketemu waktu dia shift pagi.
Awal pertemuan kami adalah saat suatu pagi kami sarapan di sana. Si embak datang bersama srg laki2, mencium tangannya lalu masuk ke gerai (meibi suaminya). Dengan rambut tergerai mencapai pantat. Owesome!
Haiyah...saya bukan mau laporan tetang bagaimana dia akhirnya bersiap, memakai topi merahnya lalu memutar2 rambutnya menjadi sebuah konde rapi di belakang kepalanya. Bukan ituu... (Aih, tapi kenapa aku juga ikut mengulas cara dia memutar-mutar rambut toh 😃😃)

Usai memesan menu breakfast, karena bosan dengan paketan minuman sesi breakfast, kami lalu menuju kafe.
Si mbak methungul dari posisinya bebenah di lemari bawah showcase.
Selamat pagi, ada yg bisa saya bantu? Suara renyahnya memecah keheningan. Bibir merahnya merekah memamerkan senyum yg aduhai. Sebagai mantan CSO, saya bilang : that's great service!! Senyum hangatnya penuh semangat plus penuh ketulusan. Kami merasa homy.
Anak2 merak pun mulai memesan minumannya.
Ada crushersnya? Tanya hidung kartun.
Masih dengan senyumnya : "Aduh maaf, belum beku adik. Bisa diganti yg lain? Ice choco blended mungkin?
Bibir hidung kartun pun monyong, kecewa. "Ya sudahlah, gpp mba.. ice choconya aja," jawab Vella menyerah.
"Ok baiklah, 1 choco blended. Mas nya pesan apa?"
Mas bule tetap setia dgn ice green-tea latte nya.
"1 ice choco blended, 1 ice green-tea latte, ibu pesan apa?"
Aku juga masih setia dgn hot tea tarik kuh.
"1 hot tea tarik ibu, tidak coba paketnya ibu? Hanya 12 ribu sudah sepaket dengan donat?" Wajahnya tetap sumringah menawarkan promo itu kepadaku.
"Oh boleh lah mba... 2 kalau begitu."
"Baiklah, donatnya mau yg toping apa?"
"Cheese & oreo saja," jawabku.
"Baiklah ibu, 1 ice choco blended, 1 ice green-tea latte, 2 paket hot teh tarik dengan donut toping cheese & oreo. Totalnya sekian."
Aku membayarnya tunai.
"Ini struk & kembaliannya ibu, ibu duduk di mana?"
"Sebelah mba..tapi belum tau meja yg mana."
"Baik ibu, pesanannya akan saya antarkan, silahkan duduk. Ada lagi yg bisa saya bantu?"
"Ndak mbak, cukup."
"Baik ibu, terimakasih, silahkan datang kembali..."

Hangat... renyah... seperti tortila chips kesukaan kami. 😃😍

Just it? Mainstream banget kalo itu mah. SLA stp gerai KFC mungkin begitu kali ya.
Memang, tapi hal istimewanya adalah ketika dia memberikan hatinya bagi pekerjaan yg dilakukannya. Iya.. hatinya ada di wajahnya, ada di kata2 nya, ada di setiap gerakannya. Kami merasakan hangat hatinya. Itu yg membuatnya istimewa.

Lebih terasa bahwa dia memang istimewa pakai telor 4 adalah saat kami balik memesan makanan di konter makanan. Dilayani oleh seorang perempuan juga, bergincu merah juga, bertopi merah juga, berpenampilan rapi juga. Lalu ketika saya bilang : mba.. lupa, ayamnya yg ori yah... jangan crispy..
Dan si embak itu hanya memandangku dengan ekor matanya, lalu mengangguk tanpa senyuman. Aku lupa catet namanya 😃😃😃

Di situ saya merasa lelah 😃😃😃.
Bak naik roller coaster bagian yg turunan menukiknya.
Ow la..laaaa... hidup service excellent!!

Dulu saya pelaku SE, sekarang saya penikmat SE. Dan jujur, di kota besar sekaliber Makassar, saya begitu kesulitan menemukan manusia2 service yg kualitasnya excellent begini.

NB : lebih terasa terjun bebas lagi saat pergi ke Hero di MARI, saat membayar belanjaan, mbak kasirnya sibuk memasukkan barcode sambil ngobrol gayeng dengan rekan sebelahnya tanpa memandang saya sebagai customer.

Mbak hidung kartun lalu bisik2 : mbaknya itu kayak gak ada waktu buat ngobrol yah bun? Ada customer kok dicuekin, malah ngobrol seru sama pegawai lain.

Lalu ku bilang : ada manusia biasa yg menjadi istimewa karena dia menempatkan dirinya secara istimewa.
Ada manusia yg mau dirinya terlihat istimewa tapi memperlakukan dirinya biasa2 saja.

Paham kan bedanya sayang...

#2
Masih tentang mbak Suwarti

Tapi pagi ini kami ndak ke KFC. Bukan karena kemarin disindir sm tt Anastasia Helda, tapi kebetulan bunda merak punya stok naget sama telur, jd cuss bapak merak sarapan nasi merah plus naget & ndog ceplok. #podowaerasehate

Tau nggak, kemarinnya itu kami bawa princess solo Gabriella Kalyca ikut rombongan sarapan tak sehat utk pertama kalinya. Lalu hidung kartun pamer. Tunggu yah ce, kamu bisa lihat betapa hebatnya mbak Suwarti.

Kami masuk kafe.
Pagi ibu & mbak2... ada yg bisa dibantu?
(Kaaan...kata hidung kartun, sapaannya yahud)
Aku seperti biasa mbak, mas bule duluan pesan.
Baik, 1 ice greentea latte ya mas #senyum (1 yess buat ku)
Kali ini crusher nya sudah ready mbak, mau? (1 yess lagi)
Kontan hidung kartun bungah. Iya mau jawabnya sumringah renyah.
Ibu seperti biasa? (1 yess again) Donatnya toping apa?
Mas bule menunjuk donat bertoping chinamon dari showcase.
Ada lagi bu yg bisa di bantu? Tanyanya setelah mengulang pesanan kami.
Enggak mbak, cukup.
Baik bu, saya akan antar ke sebelah sambil membawakan kembalian. Mohon maaf uang kembalian saya tidak lengkap. (Lengkap sudah yess saya untuknya)

Kami tertawa-tawa melihat kegesitan mbak Suwarti sambil berjalan meninggalkannya ke ruang sebelah.

Setelah memesan menu sarapan, princess solo pun membuka pembicaraan.

Mbaknya yg di sini pun ramah, tapi jempolku habis buat pelayanan mbak Suwarti bun.

Ahai!!! Semua jempol habis untuk dia.

Nah anak2, pekerjaannya boleh sama. Tapi kenapa kita habiskan jempol kita pull untuk mbak Suwarti? Karena dia menjadikan dirinya istimewa di mata kita. Itu berarti dia juga menempatkan dirinya istimewa di mata Tuhan.
Itulah filosofi berkerja sebagai ibadah.

Pahamkan sayang??
Anak2 merak itu pun berkicau riang menyambut pagi kemarin.

Nah, hari ini saya mau pamer kalau cerita ini bukan hoax, saya berhasil membujuk mbak Suwarti foto.
Tadi pagi, selesai hepi2 jalan pagi sama teman2, kami mbubur di pinggir Losari.
Rupanya bapak merak masih pengen segelas teh tarik. Akhirnya kami sepakat menuju KFC nya mbak Suwarti.

Taraaa... seperti biasa, senyumnya bak layar terkembang. Lebar!
"Aih ibuk, paketan teh tariknya kosong,"sambutnya memulai sapaan dengan renyah. Masih dengan bibir merahnya & full senyum.
"Ndak papa mbak, biar tanpa paketan saya tetap teh tarik," jawabku sambil melebarkan juga senyumku. Biar gak kalah manis sm si embak. 😊
"Kalau adek biasanya pesan apa bun?" tanya si cece.
"Kalau yg cewek biasanya ice choco blended, kalau yg cowok green tea," jawab mba Suwarti mantab. Padahal aku sendiri kebingungan menjawab pertanyaan Gabby.
1000 poin lagi buatmu mbak 😃😃😃

Jadilah kami menikmati minuman pagi itu dengan hangat & manis pula. Walau sedikit ada insiden si ayah membuat beberapa butir air mata si cc jatuh.

Asyudahlah...senyum mbak Suwarti cukup membuat suasana kemripik lagi kok. 😍

#capturebyGabby
#abaikanygkuning 😃😃😃

Tidak ada komentar:

Posting Komentar